Kembali ke Aku, Menemukan Peran Baru

Setelah perjalanan panjang yang aku lalui, aku menulis untuk pulang.
Pulangku berhenti di hari ke-25.
Namun, saat aku menunggu, ternyata fase itu sudah berlalu.
Sekarang aku tahu: aku harus menciptakan peran baru, setelah sebelumnya merasa kebingungan dengan siapa diriku sebenarnya.

Dulu, aku hidup dengan dorongan untuk bertahan.
Diperlukan. Diandalkan. Mengambil alih. Mengisi celah. Menyelamatkan yang hampir runtuh.
Ternyata, itu semua adalah cara lama yang kujalani untuk merasa berarti.
Aku tidak salah, aku hanya memakai cara bertahan yang kukenal.
Tapi kini aku lelah. Dan kelelahan ini membawaku pada sesuatu yang baru.

Aku tidak lagi ingin dikenal sebagai sosok kuat yang menanggung segalanya.
Aku tidak ingin terus membuktikan diri agar dianggap lebih dari masa lalu.
Aku ingin dikenal sebagai perempuan yang hadir utuh, tenang, dan ceria.
Perempuan yang memilih hidupnya sendiri, bukan yang mencari pengakuan.

Aku ingin menjadi pasangan yang benar-benar hadir, bukan sekadar berperan.
Menjadi teman berbagi, bukan hanya pengatur strategi.
Bukan berarti aku menghilang atau melemah. Justru sebaliknya—aku memilih hadir dari tempat yang lebih sadar.
Aku memilih menjadi pendamping, bukan pelindung dari segala arah.
Aku memilih mendukung, bukan membuktikan.

Hari ini, aku merayakan keputusan kecil:
Untuk menenangkan hati, bukan hanya menenangkan situasi.
Untuk menikmati peranku, bukan bersaing dalam perbandingan.
Untuk mencintai, bukan membuktikan bahwa aku layak dicintai.

Aku tidak tahu berapa banyak rintangan yang akan datang setelah ini.
Tapi aku yakin, aku takkan kembali menjadi diriku yang dulu.
Karena hari ini aku memilih peran baru:
Peran yang bukan tentang siapa paling berjasa,
Melainkan tentang siapa yang paling damai, paling ikhlas, dan paling jujur pada dirinya sendiri.

Aku, perempuan yang dulu bertahan demi rasa layak,
Kini berjalan pelan, pulang ke rumah bernama diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari 2 — Satu Tempat yang Membekas di Hati

Halo, Ini Aku

Hari 1 - Mengapa aku menulis