Semua Sudah Tertulis, Menawarlah Lewat Doa Believe in (QS. Ghafir: 60)
Ada satu ayat yang begitu menenangkan hati:
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini sederhana, tapi maknanya begitu dalam. Allah sendiri yang mengundang kita untuk datang, memohon, dan menawar lewat doa. Sebab sejatinya, segala sesuatu dalam hidup memang sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Namun, doa adalah bentuk ikhtiar yang bisa menghadirkan perubahan.
Doa bukan sekadar permintaan. Ia adalah pengakuan tulus bahwa kita lemah tanpa-Nya. Saat berdoa, kita sedang menyadari ada Dzat Yang Maha Kuasa, yang selalu mendengar—meski lidah tak mengucap, meski hati hanya berbisik.
Sering kali kita merasa jalan sudah buntu. Harapan tampak samar, pintu seakan tertutup rapat. Di situlah doa bekerja. Ia menjadi ketukan lembut di pintu langit, menghubungkan hati yang rapuh dengan Rabb yang tak pernah menolak hamba-Nya.
Dan benar, jawaban doa tidak selalu datang seketika. Kadang ia ditunda, diganti dengan sesuatu yang lebih baik, atau disimpan sebagai pahala di akhirat. Namun satu hal yang pasti: tidak ada doa yang sia-sia.
Maka, jangan pernah lelah menawar lewat doa. Saat hati gelisah, mintalah ketenangan. Saat langkah goyah, mintalah kekuatan. Saat dunia terasa menyesakkan, mintalah kelapangan.
Karena di balik semua skenario hidup yang sudah tertulis, Allah masih memberi kita ruang untuk mengetuk pintu-Nya. Dan doa adalah kunci yang menyatukan kehendak hamba dengan kasih sayang Tuhannya.
Komentar
Posting Komentar