Hari 13 - Aku yang tak terlihat

Mungkin aku sempat tak terlihat, bahkan oleh diriku sendiri. Tapi aku sedang belajar menoleh ke cermin dengan lebih lembut

Ada masa-masa di mana aku hadir, tapi tak benar-benar ada. Berjalan, berbicara, dan berinteraksi seperti biasa—namun di dalam, aku hilang arah. Aku terlalu sibuk menjadi apa yang diharapkan orang lain, hingga lupa menjadi diriku sendiri.

Aku belajar mendengarkan semua suara, kecuali suara dari dalam dada. Aku menyelami luka orang lain, tapi menyingkir dari luka sendiri. Hingga suatu hari aku tersadar, bahwa aku telah berjalan terlalu jauh dari diriku sendiri. Aku kehilangan jejak pulang, ke dalam.

Menjadi tak terlihat oleh orang lain memang menyakitkan, tapi menjadi tak terlihat oleh diri sendiri jauh lebih sunyi. Aku tidak tahu kapan tepatnya aku mulai mengabaikan isi hatiku. Yang kutahu, aku merasa kosong, padahal sedang penuh oleh sesuatu yang tak bisa dinamai.

Kini, aku perlahan belajar menoleh. Mencari serpih-serpih diriku yang tercecer di sepanjang perjalanan. Aku belajar hadir, bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diriku sendiri.


---

Surat untuk diriku yang tak terlihat

Maaf, aku sempat meninggalkanmu begitu lama.

Aku tahu kamu berjuang di dalam diam, menahan banyak hal yang bahkan tak sempat kamu pahami. Tapi hari ini aku ingin kembali menatapmu. Aku ingin lebih sabar mendengarkanmu, memelukmu saat kamu rapuh, dan menerima seluruh kisahmu tanpa syarat.

Kita boleh mulai lagi dari pelan-pelan. Tak apa jika masih ragu. Yang penting aku tahu, aku ada di sini untukmu.

Kita akan belajar saling melihat kembali, satu langkah kecil setiap hari.

Dengan cinta,
Aku.


---

Komentar